Tuesday, 19 March 2013

TUJUAN MEMBACA KALIMAT SYAHADAT


Hayatilah keterangan dan contoh-contoh tersebut di atas, dan jawablah pertanyaan-
pertanyaan ini satu demi satu. Pertama, untuk apa kalimat syahadat dibaca?
jawaban yang pasti kita berikan tidak lain tentulah bahwa kalimat syahadat itu dibaca
untuk membedakan seorang Muslim dari seorang kafir. Sekarang saya bertanya: Apakah
maknanya perbedaan ini? Apakah ini berarti bahwa bila seorang kafir mempunyai dua
mata, maka seorang Muslim mempunyai empat mata? Atau bila seorang kafir
mempunyai satu kepala, maka seorang Muslim mempunyai dua? Tentu kita akan
mengatakan: Bukan, bukan itu maksudnya. Perbedaan itu berarti bahwa ada perbedaan
antara hasil buah dari kehidupan seorang Muslim dengan hasil buah dari kehidupan
seorang kafir. Hasil buah kehidupan seorang kafir adalah bahwa ia tidak menerima
rahmat Allah dan menjadi orang yang sengsara di akhirat nanti, sedangkan hasil buah
kehidupan seorang Muslim adalah bahwa ia akan menerima redha Allah dan mendapat
kemuliaan di akhirat.

SETIAP PEKERJAAN MEMPUNYAI TUJUAN


Kita semua tahu bahwa pekerjaan apa pun yang dilakukan seseorang, pasti ada
tujuan atau keuntungan yang akan diraihnya. Manusia tidak pernah melakukan sesuatu
yang tidak bertujuan atau tidak bemanfaat. Kita minum karena mau menghilangkan
haus. Apabila setelah minum air, kita masih merasa haus, tentulah kita tidak akan
meminumnya karena hal itu tidak ada gunanya. Kita makan karena mau
menghilangkan lapar dan memperoleh tenaga untuk hidup. Apabila makan atau tidak
makan sama saja hasilnya, tentu kita akan merasa bahwa makan adalah usaha yang
tidak ada gunanya. Mengapa kita meminum obat kalau sakit? Karena kita ingin bebas
dari penyakit dan kembali sehat. Tetapi bila setelah minum obat keadaan kita tidak
berubah, maka kita akan mengatakan bahwa pengobatan adalah usaha yang tidak
berguna. Mengapa kita bekerja keras dalam bercocok tanam? Untuk menghasilkan hasil
bumi, buah-buahan dan sayur-sayuran. Tetapi bila tidak ada sesuatu pun yang tumbuh
setelah kita menanam benih, tentulah kita tidak akan mau bekerja demikian keras
untuk membajak sawah kita, menaburkan benih dan mengairi tanaman. Pendeknya,
pekerjaan apa pun yang kita lakukan di dunia ini, selalu ada maksud dan tujuannya. Bila
tujuan dapat dicapai, kita katakan bahwa pekerjaan itu bagus, dan bila tujuan tidak
tercapai, kita akan mengatakan pekerjaan itu hina.

PERBEDAAN DALAM HASIL DAN AKIBAT


Perbedaan antara kedua jenis tanaman tersebut di atas – kalimah thayyibah dan
kalimah khabitsah - terdapat pada buah dari kedua jenis tanaman ini. Setiap kali
kalimah thayyibah berbuah, ia akan mengeluarkan buah yang manis dan baik. la akan
membuahkan kedamaian di dunia ini. Kebaikan, kebenaran dan keadilan akan merata,
dan rakyat di seluruh dunia akan beruntung karenanya. Sebaliknya, semakin subur
tumbuhnya kalimah khabitsah, semakin tumbuh cabang-cabang berdurinya, maka
akhirnya pasti ia akan mengeluarkan buah yang pahit dan tidak enak untuk dimakan.
Racun akan mengaliri seluruh pembuluh di batangnya. Kita dapat melihat sendiri apa
yang terjadi di bahagian dunia di mana kekafiran, kemusyrikan dan atheisme
bermaharajalela. Manusia di sana saling ancam-mengancam. Mereka membuat
persiapan-persiapan untuk memusnahkan daerah demi daerah yang penuh dihuni
manusia. Gas-gas beracun mereka buat di kilang-kilang. Satu bangsa ingin
menghancurkan bangsa yang lain. Yang kuat memperbudakkan yang lemah, semata-
mata untuk merampas rezekinya. Kaum yang lemah ditindas dengan kekuatan angkatan
bersenjata dan polisi serta ancaman belenggu dan penjara. Mereka terpaksa menanggung
penindasan pihak yang kuat tanpa boleh berbuat apa-apa. Dan bagaimana pula keadaan
dalaman bangsa-bangsa itu? Moral mereka adalah demikian rusaknya hingga syaitan
sendiri malu karenanya. Manusia melakukan perbuatan-perbuatan yang, bahkan
binatang pun tidak mau melakukannya. lbu-ibu membunuh anaknya dengan tangan
mereka sendiri karena takut kesenangan mereka terganggu oleh anak-anaknya. Para
suami saling menukar isteri-isteri mereka untuk memperoleh kepuasan. Perkumpulan-
perkumpulan kaum yang berbogel diadakan di mana lelaki dan perempuan bercampur-
baur tanpa mengenakan pakaian, seperti binatang. Kaum yang kaya menghisap darah
kaum miskin melalui riba, dan kaum yang makmur memeras tenaga kaum melarat
seakan-akan kaum melarat itu adalah budak-budak yang dilahirkan untuk melayani
mereka. Pendeknya, tanaman apa pun yang tumbuh dari jenis kalimah khabitsah ini
pasti akan penuh dengan duri, dan buah apa pun yang dihasilkanya pastilah pahit dan
beracun. Setelah menyitir kedua-dua contoh ini, Allah Yang Maha Kuasa pada
akhirnya mengatakan:

"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh
dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang
zalim dan memperbuat apa yang dia kehendaki". (Al-Qur'an, Ibrahim, 14:27)

Ini berarti bahwa Allah akan memberikan kedudukan yang kuat dan teguh di dunia
ini dan di akhirat nanti, kepada mereka yang beriman kepada kalimah thayyibah.
Sebaliknya, Allah akan menyesatkan mereka yang mempercayakan dirinya kepada
kalimah khabitsah. Mereka tidak akan boleh mengerjakan segala perbuatan baik apa pun,
yang dapat memberikan buahnya dalam kehidupan di dunia ini maupun di akhirat nanti

Sunday, 17 March 2013

APAKAH KALIMAH KHABITSAH ITU?


Sebagai lawan dari kalimah thayyibah, adalah kalimah khabitsah. Apakah arti kalimah
khabitsah? Kalimat ini berarti: Tuhan tiada di dunia ini, yang ada hanyalah seseorang
atau sesuatu, bukan Allah, yang memiliki dan melaksanakan kekuasaan ketuhanan.
Fikirkanlah! Adakah pernyataan yang lebih palsu dan tidak berdasar daripada pernyataan
ini? Adakah sesuatu di dunia ini yang memberi kesaksian atas kebenarannya? Kaum
atheis mengatakan "Tuhan tidak ada". Tetapi semua yang ada di langit dan di bumi
menentang kaum tersebut dan mengatakannya sebagai pendusta. Semua yang ada di
langit dan di bumi beserta seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini, adalah ciptaan
Allah, dan Allah pulalah yang telah memberi kaum atheis tersebut lidah yang dipakainya
untuk mengatakan kedustaan itu. Kaum musyrikin mengatakan bahwa ada kekuatan-
kekuatan lain yang menjadi sekutu-sekutu Allah dalam ketuhananNya. Bahwa sekutu-
sekutu itu juga ikut memelihara dan menguasai alam semesta ini. Bahwa sekutu-sekutu
itu juga memiliki kekuasaan untuk menentukan dan mengubah nasib manusia. Bahwa
sekutu-sekutu itu mempunyai hak untuk mendatangkan keuntungan, kerugian dan
bencana kepada manusia. Bahwa sekutu-sekutu itu juga turut mendengarkan doa-doa
manusia dan mengabulkannya. Bahwa mereka juga berhak untuk ditakuti dan
memperoleh kepercayaan manusia. Bahwa perintah-perintah mereka juga berlaku di
bumi Tuhan ini, dan hukum-hukum yang mereka buat juga berhak untuk ditaati di
samping hukum-hukum Allah. Begitulah kata orang-orang musyrik tersebut. Menjawab
pernyataan-pernyataan ini, seluruh yang ada di langit dan di bumi mengatakan bahwa
semua itu adalah kebohongan semata-mata yang bertentangan sama-sekali dengan
kenyataan-kenyataan. Maka fikirkanlah, bagaimana seseorang yang percaya pada kalimat
yang batil seperti ini dan hidup sesuai dengan ajarannya dapat berjaya di dunia dan di
akhirat? Karena rahmatNya lah, bahwa Allah masih memberi kesempatan kepada orang-
orang seperti ini dan masih memberi rezeki kepada mereka. Dengan demikian, kekuatan-
kekuatan bumi dan langit pun hanya sedikit yang mau memberikan keperluan hidup
kepada mereka sebagaimana yang diberikan kepada semak-semak dan tumbuh-tumbuhan
liar ; tetapi tidak satu pun makhluk dan benda di alam semesta ini yang mengakui bahwa
mereka harus menolongnya atau menyokongnya dengan sepenuh tenaga. Nasib orang-
orang seperti ini adalah ibarat tumbuh-tumbuhan yang tumbuh semau-maunya,
sebagaimana yang telah diceritakan di atas.

Wednesday, 13 March 2013

KALIMAH THAYYIBAH DAN KALIMAH KHABITSAH


Dengan kalimat ini seseorang masuk Islam, dan tidak seorang pun dapat menjadi
Muslim yang sejati kecuali bila ia telah benar-benar memahami kalimat ini dan membentuk
hidupnya menurut ajaran kalimat ini.
Allah telah memberikan definisi kalimat ini dalam Kitab SuciNya sebagai berikut.

"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat
yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke
langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya.
Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka
selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang
telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak)
sedikit pun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan
yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan
orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang dia kehendaki".
(Al-Qur'an, lbrahim, 14:24-27)

Maksud perumpamaan di atas ialah bahwa kalimah thayyibah itu adalah laksana
sebuah pohon dari jenis yang bagus, yang akar-akarnya teguh dalam tanah dan cabang-
cabangnya tersebar di angkasa, sementara ia terus-menerus menghasilkan buah yang baik
sebagaimana diperintahkan Allah kepadanya. Berlawanan dengan ini, perumpamaan
kalimah khabitsah, yakni kepercayaan yang salah dan pandangan hidup yang sesat,
adalah seperti tanaman jenis yang buruk, yang tumbuh semau-maunya, tetapi akarnya
menempel saja di permukaan tanah dan mudah sekali tercabut dengan sebuah tarikan
saja, karena akar-akarnya tidak masuk ke dalam tanah.

Ini adalah perumpamaan yang indah, yang apabila kita menghayatinya, kita akan
memperoleh pelajaran yang sangat berharga daripadanya. Cobalah perhatikan: contoh
kedua-dua jenis pohon itu ada di sekitar kita. Yang satu adalah pohon mangga.
Alangkah kuat akarnya, alangkah tinggi tumbuhnya, alangkah banyak cabangnya, dan
rimbun daunnya, alangkah bagus buahnya. Mengapakah pohon ini mempunyai
kedudukan seperti ini? Sebabnya ialah benihnya ampuh sekali. la memang berhak untuk
menjadi sebuah pohon. Dan hak ini adalah hak yang betul-betul asli, sehingga ketika ia
mengajukan keperluannya, maka tanah, air, udara, panasnya siang dan dinginnya malam -
pendeknya seluruh unsur yang terlibat dalam pertumbuhannya - mengakui hak tersebut,
dan apa pun yang diminta oleh pohon ini kepada mereka, mereka berikan kepadanya.
Demikianlah, atas dasar kekuatan nilai dirinya, ia tumbuh menjadi sebuah pohon yang
besar dan dengan mengeluarkan buah yang manis ia juga membuktikan bahwa ia berhak
untuk menjadi pohon dengan ukuran demikian, dan bahwa pertolongan yang diberikan
kepadanya oleh gabungan kekuatan-kekuatan bumi dan langit adalah memang sudah
seharusnya. Sesungguhnya, telah menjadi kewajiban mereka untuk berbuat demikian
karena kekuatan yang terkandung dalam tanah, air, udara dan unsur-unsur lain yang
terlibat dalam pertumbuhan sebuah pohon, adalah dimaksudkan untuk membantu pohon
yang berjenis baik.

Berlawanan dengan pohon ini, adalah semak-semak, pohon willow dan tumbuh-
tumbuhan liar lainnya. Kekuatan apa yang mereka miliki? Cuma akar lemah yang dapat
dicabut oleh seorang anak kecil sekalipun. Begitu lunak dan lemahnya tumbuh-
tumbuhan ini hingga bila ada taufan sedikit saja, mereka akan terbongkar dari tempat
tumbuhnya. Bila kita menyentuhnya, duri-durinya akan menusuk tangan kita. Bila kita
makan buahnya, lidah kita akan terasa pahit. Hanya Allah lah yang tahu berapa banyak
dari tumbuh-tumbuhan ini yang setiap hari tumbuh dan terbongkar dari tanah. Mengapa
keadaan mereka sedemikian? Sebabnya ialah karena mereka tidak memiliki kekuatan
nilai diri dan kemampuan diri seperti yang dimiliki oleh pohon mangga. Memang, apabila
tidak ada pohon bermutu tinggi yang tumbuh, bumi akan bosan menganggur, lalu
membantu semak-semak untuk tumbuh. Air juga ikut membantu sedikit dan udara
memberi sedikit bahan makanan. Tetapi tidak ada satu pun unsur di langit maupun di
bumi yang mau mengakui hak hidup tumbuh-tumbuhan ini. Itulah sebabnya mengapa
bumi tidak mengizinkan akar-akarnya untuk masuk dalam-dalam kepadanya. Air tidak
rela memberi makanan dengan sepenuh hati dan udara tidak mau membantu mereka
untuk tumbuh subur. Dan bila dengan makanan yang sedikit ini, tumbuh-tumbuhan jahat
ini tumbuh dengan bau yang busuk, batang yang berduri dan beracun, itu adalah bukti
bahwa kekuatan-kekuatan bumi dan langit tidak dimaksudkan untuk membantu
tumbuhnya tumbuh-tumbuhan seperti itu. Sudah lebih dari cukup bagi mereka bila
mereka dibiarkan tumbuh dan hidup di muka bumi ini.
Itulah dua contoh yang perlu kita renungkan, sebelum kita berfikir mengenai,
perbedaan antara kalimah thayyibah dan kalimah khabitsah.

Wednesday, 6 February 2013

APAKAH KALIMAH THAYYIBAH ITU?


Kalimah Thayyibah adalah satu kenyataan kebenaran. Demikian benarnya, sehingga tidak
mungkin ada sesuatu yang lebih asli di dunia ini daripadanya. Kenyataan ini ialah bahwa
Pemilik dan Penguasa seluruh alam semesta ini adalah Allah Yang Maha Esa. Setiap dan
segala sesuatu di bumi dan di langit menjadi saksi atas kebenaran ini. Manusia, binatang-
binatang, pohon-pohonan, batu-batuan, butir-butir pasir, aliran sungai, matahari yang
terang-benderang... Adakah sesuatu dari semua ini yang diciptakan oleh selain Allah,
yang hidup atas kemurahan sesuatu atau seseorang selain Allah, yang dapat dimusnahkan
oleh sesuatu atau seseorang selain Allah? Jadi, bila seluruh alam semesta ini Allah yang
menciptakannya, tentu hidup dan pemeliharaannya tergantung pada rahmat Allah, dan
hanya Allah sendiri yang menjadi Pemilik dan Penguasanya.  Maka, bila kita
mengatakan: "Di dunia ini tidak ada sesuatu atau seorang pun yang memiliki dan
melaksanakan kekuasaan yang tertinggi selain Allah Yang Esa", maka seluruh yang ada
di bumi dan di langit akan menyahut:- "Engkau telah menyatakan kebenaran yang abadi.
Kami semua menjadi saksi atas kebenaran pernyataanmu itu". Bila kita bersujud di
hadapanNya, seluruh yang ada di alam semesta ini pun akan turut bersujud bersama kita,
karena mereka semua juga tunduk, dan patuh kepadaNya. Bila kita mentaati perintah-
perintahNya, mereka semua juga taat kepada Allah. Bila kita berjalan pada jalanNya,
maka kita tidak akan sendiri. Sungguh, seluruh bala tentara alam semesta yang tidak
terhitung banyaknya itu akan menyertai kita, karena sejak dari matahari yang besar di
langit hingga zarah yang paling kecil di bumi, semuanya bergerak hanya pada jalanNya.
Bila kita mempercayakan diri padaNya, maka kita sesungguhnya, telah mempercayakan
diri pada suatu kekuatan yang maha besar yang adalah Penguasa seluruh harta karun yang
tersimpan di langit dan di bumi. Artinya, bila kita tetap menempatkan kenyataan ini
dalam pandangan kita, maka kita akan menyadari bahwa seluruh kekuatan langit dan
bumi menyokong orang yang beriman kepada kalimah thayyibah ini dan membentuk
hidupnya menurut ajaran kalimah ini. Ia akan terus berjaya sejak di dunia ini hingga ke
akhirat nanti, dan tidak akan pernah kegagalan' atau kekalahan menyentuhnya. Inilah
yang dikatakan oleh Allah Yang Maha Agung pada awal uraian ini bahwa kalimat ini,
adalah laksana sebatang pohon yang akar-akarnya terhunjam dalam tanah dan cabang-
cabangnya menyebar kesegenap penjuru, yang mengeluarkan buah terus-menerus atas
perintah Allah.

Wednesday, 9 January 2013

ANUGERAH ALLAH DAN KELAKUAN KITA


Saudara-saudara!

Marilah kita fikirkan betapa besarnya anugerah Allah kepada kita semua. Dia
mengambil dari kita, apa yang sebenarnya adalah milikNya sendiri, tetapi tiba-tiba Dia
mengatakan "Aku beli ini daripadamu dan Aku akan membayar harganya". Allahu
Akbar! Maha Besar Allah! Alangkah Maha Pemurahnya Dia, Al-Qur'an mengatakan:

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Muslim, diri dan harta mereka
dengan memberikan syurga untuk mereka..." (Al-Qur'an, at-Taubah, 9:111)

Inilah sikap Allah terhadap kita. Sebaliknya, lihatlah tingkahlaku kita sendiri.
Kita menjual kepada orang-orang lain sesuatu yang merupakan pemberian Allah
kepada kita, dan yang juga telah dibeliNya dari kita dengan pembayaran harganya.
Dan harga yang kita terima dari orang-orang lain itu pun juga cuma harga yang sedikit
saja. Pembeli-pembeli kita menyuruh kita bekerja dengan cara yang bertentangan
dengan kehendak Allah. Kita mengabdi kepada mereka dan menganggap mereka
sebagai pemberi rezeki kita. Kita jual kepada mereka otak kita, kaki dan tangan kita,
tenaga dari tubuh kita, dan segala sesuatu yang dikehendaki oleh orang-orang yang
durhaka terhadap Allah itu. Adakah perbuatan yang lebih kurang ajar daripada yang
kita lakukan itu? Menjual sesuatu yang sudah dibeli orang lain adalah suatu kejahatan
dan pelanggaran hukum yang terang-terangan. Mereka yang melakukannya diadili oleh
pengadilan-pengadilan di dunia ini dengan tuduhan menipu. Maka, apakah kita
mengira bahwa orang-orang yang begini tidak akan dituntut di depan pengadilan Allah
kelak?